Perangkat Ajar Kokurikuler SD/MI Kurikulum Merdeka 2026/2027 - Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, guru SD dan MI dituntut semakin kreatif dalam merancang pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kegiatan intrakurikuler, tetapi juga mampu mengembangkan kegiatan kokurikuler yang bermakna. Dalam implementasi Kurikulum Merdeka, kegiatan kokurikuler menjadi bagian penting untuk memperkuat kompetensi peserta didik melalui pengalaman belajar yang kontekstual, kolaboratif, dan berpusat pada murid.
Melalui perangkat ajar kokurikuler yang tersusun dengan baik, guru memiliki pedoman pelaksanaan kegiatan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, asesmen, hingga refleksi. Platform Ruang GTK juga menyediakan kategori khusus perangkat ajar kokurikuler yang dapat dijadikan referensi oleh pendidik.
Perangkat ajar kokurikuler adalah dokumen yang digunakan guru sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pendukung di luar pembelajaran intrakurikuler, namun tetap berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik.
Perangkat ajar kokurikuler adalah dokumen yang digunakan guru sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran pendukung di luar pembelajaran intrakurikuler, namun tetap berkaitan dengan pencapaian tujuan pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik.
Dalam Kurikulum Merdeka, kegiatan kokurikuler dirancang agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata melalui aktivitas proyek, eksplorasi lingkungan, eksperimen, literasi, budaya sekolah, hingga kegiatan sosial yang relevan dengan konteks satuan pendidikan.
Tujuan Perangkat Ajar Kokurikuler
Penyusunan perangkat ajar kokurikuler bertujuan untuk memperkuat capaian pembelajaran, mengembangkan karakter peserta didik, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, melatih kreativitas dan inovasi, membangun kemampuan komunikasi, meningkatkan kolaborasi antarsiswa, membiasakan refleksi terhadap proses belajar, memberikan pengalaman belajar yang kontekstual.
Komponen Perangkat Ajar jenjang SD/MI. Berdasarkan panduan Ruang GTK Kemendikdasmen, komponen minimum perangkat ajar kokurikuler meliputi Tujuan kegiatan, Aktivitas pembelajaran, Asesmen
Contoh Program Kokurikuler Semester 1 SD/MI
Beberapa contoh kegiatan Semester Ganjil antara lain:
1. Literasi Sekolah yakni Membaca 15 menit, Pojok baca dan Bedah buku sederhana
2. Projek Lingkungan diantaraya Menanam tanaman, Bank sampah dan Kebun sekolah
3. Kegiatan Keagamaan antara lain Tahfidz, Shalat berjamaah dan Sedekah Jumat
4. Projek Kearifan Lokal contohnya Permainan tradisional, Batik dan Lagu daerah
5. Projek Numerasi yaitu Market Day, Mengukur benda dan Permainan matematika
1. Literasi Sekolah yakni Membaca 15 menit, Pojok baca dan Bedah buku sederhana
2. Projek Lingkungan diantaraya Menanam tanaman, Bank sampah dan Kebun sekolah
3. Kegiatan Keagamaan antara lain Tahfidz, Shalat berjamaah dan Sedekah Jumat
4. Projek Kearifan Lokal contohnya Permainan tradisional, Batik dan Lagu daerah
5. Projek Numerasi yaitu Market Day, Mengukur benda dan Permainan matematika
Contoh Program Kokurikuler Semester 2
Semester Genap dapat diisi dengan kegiatan yang lebih aplikatif seperti Projek kewirausahaan sederhana, Pameran karya siswa, Festival literasi, Projek STEM, Projek budaya, Projek cinta lingkungan, Bakti sosial, Kampanye hidup sehat, Hari bumi, Expo hasil belajar
Perbedaan Intrakurikuler dan Kokurikuler
| Aspek | Intrakurikuler | Kokurikuler |
|---|---|---|
| Pengertian | Pembelajaran utama yang dilaksanakan sesuai jadwal pelajaran untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP). | Kegiatan pendukung yang dirancang untuk memperkuat pemahaman, keterampilan, karakter, dan pengalaman belajar peserta didik. |
| Tujuan | Mencapai kompetensi sesuai mata pelajaran. | Memperdalam dan menguatkan hasil belajar melalui pengalaman nyata. |
| Pelaksanaan | Berlangsung pada jam pelajaran sesuai jadwal. | Dapat dilakukan sebelum, selama, atau setelah kegiatan intrakurikuler sesuai kebutuhan sekolah. |
| Fokus Kegiatan | Penyampaian materi pembelajaran. | Praktik, eksplorasi, proyek, observasi, kolaborasi, dan penguatan karakter. |
| Peran Guru | Guru berperan sebagai pengajar dan fasilitator pembelajaran. | Guru berperan sebagai pembimbing, fasilitator, dan pendamping kegiatan. |
| Metode Pembelajaran | Ceramah, diskusi, demonstrasi, latihan, dan penugasan. | Project Based Learning, eksperimen, observasi lapangan, studi kasus, literasi, dan kerja kelompok. |
| Asesmen | Menggunakan asesmen formatif dan sumatif. | Menggunakan asesmen autentik berupa observasi, portofolio, unjuk kerja, dan refleksi. |
| Hasil yang Diharapkan | Penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi mata pelajaran. | Terbentuknya karakter, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, kepemimpinan, dan kemampuan berpikir kritis. |
| Contoh Kegiatan | Pembelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPAS, PAI, PJOK, dan mata pelajaran lainnya. | Literasi sekolah, projek lingkungan, market day, karya ilmiah sederhana, kunjungan edukatif, tahfiz, bakti sosial, pameran karya, dan kegiatan budaya sekolah. |
Unduh Perangkat Ajar Kokurikuler Berbasis Deep Learning
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, banyak satuan pendidikan mulai mengembangkan kegiatan kokurikuler yang memanfaatkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pendekatan ini menekankan pemahaman konsep secara utuh melalui eksplorasi, kolaborasi, pemecahan masalah, dan refleksi sehingga pengalaman belajar menjadi lebih bermakna bagi peserta didik.
Bagi rekan-rekan yang belu memiliki Program Kokurikuler Semester 1 dan 2 Tahun 2026/2027 silahkan anda dapat mengunduhnya pada tautan berikut
- Program Kokurikuler Kelas 1 Unduh
- Program Kokurikuler Kelas 2 Unduh
- Program Kokurikuler Kelas 3 Unduh
- Program Kokurikuler Kelas 4 Unduh
- Program Kokurikuler Kelas 5 Unduh
- Program Kokurikuler Kelas 6 Unduh






